Sabtu, 30 Juni 2018

dini nurwahudah h.1510296 tugas UAS


IMPIAN SI ANAK KAMPUNG

Bemimpilah setinggi langit… ya.. bagi banyak orang pepatah ini mungkin tak asing didengar begitupun dengan aku yang menjadikan pepatah itu sebagai acuan untuk semua cita-citaku.. Nama ku andini.. usiaku 17 tahun dan kini aku duduk dibangku kelas 3 SMA. Aku adalah seorang anak petani yang tinggal di sebuah perkampungan di daerah bogor. Walaupun aku orang kampung namun aku tak pernah berhenti untuk bermimpi. Bagiku bermimpi itu adalah hak semua orang tak memandang dia kaya… miskin… orang kota bahkan orang kampung sepertiku. Menjadi seorang guru adalah impian ku sejak kecil apabila ada yang bertanya kepadaku “kalau udah besar ingin jadi apa?”… aku selalu lantang menjawab “aku ingin jadi guru”.. walaupun banyak orang yang bilang “ngapain sih jadi guru sekolah bahkan kuliah mahal-mahal… tapi nanti gajinya kecil?”.. aku tak pernah patah semangat untuk menjadi seorang guru.. bagi ku pekerjaan itu bukan hanya tentang gaji dan uang bukanlah segalanya … Selain ingin menjadi guru aku juga memiliki impian ingin membuka sekolah gratis bagi anak-anak dikampungku.. karena bagi mereka sekolah tinggi adalah hal yang tak mungkin terjadi, dari kecil mereka sudah diajarkan untuk bekerja membantu orang tua di kebun dan disawah.. sekolah sampai tingkat menengah atas bagi mereka adalah hal yang sangat mustahil.
Setiap pagi sebelum berangkat sekolah aku selalu membantu ibuku menyiapkan makanan untuk bekal makan siang orang tuaku disawah nanti.. saat menyiapkan makanan aku mengutarakan impianku kepada ibuku..
“bu aku ingin kuliah” ucapku pelan ..
“mau kuliah bagaimana kamu nak? Biaya sekolah SMA saja ibu dan ayah sulit bayarnya..  Ibu dan ayah ga punya uang nak.. buat makan sehari-hari aja kita susah.” Kata ibu sambil membelai lembut rambutku.
“aku pengen jadi guru bu…biar aku bisa buka sekolah disini bu”.. kata ku sambil menahan tangis.
“hilangkan impian mu dari kepalamu nak..ayah dan ibu hanya seorang petani.. dengan kamu lulus SMA dan menjadi pegawai di toko saja itu sudah cukup.. jangan membuat mimpi yang terlalu tinggi nak” kata ibu tegas.
Air mata yang ku tahan sejak tadi kini tumpah. Aku menagis bukan karena ibu melarang cita-citaku menjadi guru. Yang aku tangisi adalah kehidupanku.. apakah aku salah bermimpi begitu tinggi? Kulihat ibu juga menahan tangis. Aku tahu ibu juga merasa sedih dengan keadaanyang keluargaku alami. aku tak ingin membuat ibuku bertambah sedih segera aku bergegas membereskan bekal untuk orangtuaku dan kemudian berangkat ke sekolah..
Sejak kejadian itu aku tak pernah mengungkit cita-citaku didepan orang tuaku.. cukup ku pendam saja semua cita-citaku berharap suatu saat nanti akan menjadi kenyataan..
Keesokan harinya disekolahku akan kedatangan kakak-kakak mhasiswa dari salah satu universitas untuk mensosialisasikan mengenai seleksi nasional masuk perguruan tinggi negri atau biasa disingkat SNMPTN. Dan seluruh siswa wajib untuk mendaftarkan diri.. aku putuskan untuk mengambil jurusan FKIP dengan program studi PGSD.. karena memang aku ingin menjadi guru SD. Aku mendaftarkan diri tanpa sepengetahuan orang tuaku.
Hari berganti begitu cepat. Tak terasa ujian nasional telah ku lewati dan besok adalah pengumaman SNMPTN. Semua siswa begitu gembira.. begitupun dengan aku. Jantungku terasa berdetak sangat kencang saat aku membuka website yang berisikan pegumuman SNMPTN. Ku cari nama ku sampai kutemukan nama  “Andini Wardani” .. saking senangnya aku sampai berteriak “aku lolos.. aku lolos” tak perduli di sampingku banyka teman-teman kelasanku.. aku bergegas pulang kerumah dan ingin memberitahukan kabar gembira ini kepada orang tua ku.
“assalamualaiku…. Ayaahh… ibuuu…”
“waalaikum salam nak” jawab ayahku
“yah aku lolos SNMPTN.. aku akan kuliah” kata ku dengan wajah yang sangat bahagia.
“ibu udah bilang nak… kuliah itu mahal… ibu dan ayah ga sanggup bayarnya… kenapa kamu ga ngerti juga sih” kata ibuku dengan nada tinggi
“aku janji bu aku akan cari beasiswa di kampus… aku janji” sambil memegang erat tangan kedua orang tua ku.
“kenapa sih kamu ingin jadi guru… gaji guru itu kecil ayah ingin kamu kerja di toko. Gaji ditoko lebih besar” kata ayahku.
“aku mau buka sekolah disini yah.. aku ingin mengajari anak-anak di kamupung ini.. agar mereka semua bisa jadi anak yang cerdas.. yang memiliki cita-cita yang tinggi.. agar bisa membahagiakan orang tuanya.. sama seperti aku yang ingin mengangkat derajat ayah dan ibu apabila aku menjadi guru” tak terasa air mata ku mengalir saat aku mengutarakan keinginan ku menjadi guru. Ayah dan ibuku langung memeluk diriku dengan erat.
“jadilah guru yang baik dan amanah ya nak” kata ibuku sambil mengusap air mataku
“buatlah ayah bangga memiliki anak seorang guru nak” sambung ayah ku sambil mengusap kepalaku.
Mendapat dukungan dari orang tuaku membuat aku sangat bahagia dan menambah semangat aku untuk mewujudkan semua impianku..
Tak terasa 4tahun sudah berlalu dan kini semua impianku telah terwujud. Sekarang aku menjadi seorang guru di sekolah dasar favorit dan ternama dikota bogor aku menjadi wali kelas di kelas 3sd.. tak hanya itu impian ku untuk membuka sekolah di kampungku pun terwujud..  setiap sore setelah aku pulang mengajar banyak anak-anak yang selalu setia menunggu untuk bisa belajar dengan ku.. banyak anak dikampungku yang sebelumnya, tidak bisa membaca, tidak bisa berhitung, tidak mengenal huruf dan angka. Sekarang mereka semua menjadi anak yang pintar.
Setiap pagi aku berangkat mengajar aku selalu bertemu dengan anak-anak di kampung ku.. dan mereka selalu berkata “teteh nanti sore belajar lagi ya”.. dan ini adalah kebahagiaan yang sesungguhnya melebihi dari pekerjaan dengan gaji besar. teruskan lah cita-citamu menjadi guru dan buktikan pada semua orang bahwa menjadi guru adalah pekerjaan yang sangat mulia. Jangan pernah takut untuk bermimpi ketika kamu sudah yakin dengan cita-citamu. Percayalah,.. tuhan akan memberikan jalan yang terbaik.