SIGUNG SANG PENOLONG
Disebuah hutan hidupah seekor
hewan yang bernama sigung. Hewan ini terkenal
karena memilki bau yang sangat menyengat. Akibat dari baunya tersebut tidak ada
yang mau berteman dengannya. Ia selalu dijauhi oleh hewan lain. Setiap ia
menghampiri hewan-hewan yang lain, mereka langsung pergi dan berkata “kau ini
hewan yang bau.. jangan dekati aku!” sigung
merasa merasa dan ia merasa tidak bahagia dengan bau yang ia miliki.
Disuatu hari para hewan-hewan
berkumpul untuk membicarakan tentang si pemburu yang selama ini sangat meresahkan
. Banyak hewan yang mati terbunuh oleh si pemburu itu. Ada yang dijadikan sebagai
makanan, ada hewan yang diambil kulitnya dan ada hewan yang diambil taringnya..
pemburu ini membuat resah seluruh hewan yang ada dihutan.. hewan-hewan tersebut
memikirkan bagaimana caranya untuk mengusir si pemburu tersebut.
“aku punya ide nih, Bagaimana kalau
aku dan teman-temanku menghadang pemburu didepan pati mereka tidak akan bisa
masuk kehutan lagi ” ujar gajah.
“jangan!!! Ucap kancil. “para
pemburu itu kan membawa senapan, mereka pasti akan menembak mu begitu melihatmu
dan pasti mereka akan megambil gadingmu… apa kamu mau?” Tanya kancil
“tidaakk… aku tidak mau? lantas
apa yang harus kita lakukan?”Tanya gajah.
“kalau begitu aku aja, aku akan
menggunakan duri ditubuhku agar merea tidak bisa melangkah kemari”, tawar
landk.
“tidak bisa.. aku lihat mereka
memakai sepatu yang sangat tebal duri tidak akan bisa menembusnya”, kata
monyet.
“bagaimana dengan kamu harimau,
kamu kan berbadan besar serta memilki kuku dan taring yang tajam mereka pasti
takut denganmu” kata tikus.
“tidak bisa, teman-temanku sudah
banyak yang tertembak oleh pemburu”. Jawab harimau.
“terus kita haru berbuat apa? Kalau
dibiarkan kita semua akan mati ditangan pemburu?” kata kura-kura yang mulai
ketakuan.
Saat para hewan sedang merasa
kebingungan, sigung pun dating dan memberikan sebuah ide.
“aku tau cara mengusir pemburu”,
kata sigung
“Bagaimana caranya?” Tanya katak.
Aku dan teman-temanku akan
berkumpul dan memasang perangkap bau yang bertubi-tubi. Karena mereka berbahaya
aku dan teman-temanku akan bersembunyi. Jadi semua aman dan bau dari kami masih
bisa dirasakan”, jelas sigung.
Setiap hewan menatap satu sama
lain. Mereka berfikir ide dari sigung adalah ide yang bagus, karena hewan-hewan
dihutan saja merasa kebauan, apalagi para pemburu itu. Semua hewan pun menyetujuinya
dan mulai menjalankan rencana terebut.
Saat para sigung mendekat ke sisi
pemburu, para hewan yang lain menjauh ke sisi lainnya menghindari bau sigung.
Semua sigung sudah bersembunyi dan siap menyerang. Mereka tinggal menunggu para
pemburu itu datang. Sebelum itu, mereka sudah makan banyak durian agar bisa
buang gas yang sangat bau. Tak lama para pemburu pun datang. Para sigung mulai
mengeluarkan gas baunya.
Mereka ada dimana-mana. Ada di
balik semak, di atas pohon, sampai di dalam tanah. Karena baunya yang semakin
menyengat, para pemburu itu berbalik dan pergi menjauhi hutan mereka. Rencana
para sigung berhasil. Untung saja, para pemburu itu tidak membawa masker gas.
Mendengar teriakan pemburu yang
mengeluh dari kejauhan, para hewan yang lain bahagia mendengarnya. Mereka semua
kembali untuk menghampiri sigung. Tentu saja, sebisa mungkin dengan tidak
mencium bau gas yang masih tersisa. harimau datang menghampiri dan berkata pada
semuanya.
"berkat kekurangannya
sekarang dia jadi penyelamat kita. Kita tidak boleh memusuhi sigung karena
baunya. Karena bau inilah, mereka dapat menolong kita.", kata harimau.
Akhirnya, sigung dapat bermain
dengan teman-teman hewan lainnya lagi. Mereka tetap mau bermain dengan sigung,
tapi tidak baunya lagi. Karena sudah berhasil menyelamatkan hutan Sekarang,
hutan menjadi aman dan mereka selamat dari pemburu.