Minggu, 13 November 2016


  
  Pendidikan di Negara Indonesia
1.    System pembelajaran
2.    Kurikulum Indonesia:
Kurikulum merupakan dasar dan pedoman dalam menjalankan sistem pendidikan nasional. Sepanjang usia kenegaraan, Indonesia pun telah memiliki 10 kurikulum pendidikan.
Dikutip dari laman Ditjen Dikti Kemendikbud, Senin (15/12/2014), perubahan kurikulum itu terjadi pada 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 1999, 2004, 2006 dan 2013. Perubahan ini sendiri merupakan keniscayaan sebagai konsekuensi perubahan zaman. Faktor-faktor yang memengaruhi perubahan tersebut berasal dari internal Indonesia seperti sistem politik, sosial budaya, ekonomi, serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Selain itu, faktor eksternal seperti tingkat daya saing antarnegara juga turut menentukan arah kurikulum pendidikan nasional.
Kemendikbud menyebut, sebagai seperangkat rencana pendidikan, kurikulum perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Meski demikian, perubahan tersebut tetap mengacu pada Pancasila dan UUD 1945. Perbedaanya ada pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya.
Secara sederhana, periode 1947-1968 merupakan masa Kurikulum Rencana Pelajaran. Pada masa ini, pemerintah Indonesia yang baru lahir berupaya mengembalikan arah pendidikan yang berorientasi kolonial menjadi pendidikan sesuai kepentingan nasional.
Kemudian, pada periode 1975-1994, kurikulum dirancang untuk berorientasi pada pencapaian tujuan. Sistem pendidikan pada masa ini menekankan materi pelajaran dengan bersumber pada disiplin ilmu. Selain itu, pendidikan berfungsi untuk memelihara dan mewariskan ilmu pengetahuan, teknologi dan nilai-nilai budaya masa lalu kepada generasi yang baru.
Periode berikutnya, adalah 2004-2006. Dua kurikulum yang berlaku adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KBK sendiri disusun untuk memenuhi pencapaian penguasaan keterampilan (skill) siswa untuk bertahan hidup, menyesuaikan diri, dan berhasil di masa datang. Sedangkan melalui KTSP, sekolah dapat mengembangkan kurikulum pendidikan sesuai dengan kapasitas masing-masing, dengan mengacu pada standar isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL).
KTSP digantikan dengan Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter. Dikutip dari kurikulum2013.org ini merupakan kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter. Siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi.

3.    Tenaga pengajar
Permasalahan mengenai peningkatankesejahteraan guru di Indonesia yang masih jauh panggang dari api menjadi perhatian Menteri Pendidikan Anies Baswedan pada upacara peringatan Hari Guru yang jatuh tanggal 25 November 2014. Menyedihkan, ternyata masih ada guru di Indonesia yang menerima gaji Rp 150 ribu per bulan. Menteri menyatakan komitmennya untuk memperbaiki nasib guru dengan menetapkan gaji minimum serupa UMK.Memang tidak semua guru mengalami nasib yang buruk. Untuk guru PNS sendiri terutama di DKI Jakarta penghasilannya cukup besar dan tidak kalah dari penghasilan pegawai swasta.
Kepala Bidang Tendik Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Hj Ida Hidayati mencontohkan, guru PNS golongan III yang sudah sertifikasi memperoleh gaji pokok Rp 2.763.980 ditambah Tunjangan Kerja Daerah (TKD) Rp 2.900.000 dan sertifikasi Rp 2.168.700; sehingga penghasilan seluruhnya Rp 7.832.684;Sedangkan guru PNS golongan IV, kata Ida, memperoleh gaji pokok Rp 3.195.000, TKD Rp 2.900.000 dan sertifikasi Rp 2.168.700 sehinggapenghasilan seluruhnya Rp 8.263.700. Menurut dia, dibandingkan dengan tunjangan Kesra sebelumnya tunjangan guru sudah naik Rp 400.000.Untuk guru PNS di daerah lain gaji pokoknya disesuaikan dengan gaji pokok yang diterima oleh PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 34 tahun 2014 mengenai Perubahan Keenambelas atas Peraturan Pemerintah No.7 tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. Adapun bagi guru yang telah lolos sertifikasi akan menerima tunjangan sertifikasi atau yang disebut juga dengan TP (Tunjangan Profesi) sebesar 1x Gaji Pokok yang diterima setiap bulannya. Sedangkan bagi guru yang belum lolos sertifikasi, pemerintah akan memberikan DTP (Dana Tambahan Penghasilan) yang besarnya Rp 250 ribu. Ini berlaku bagi semua Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) di seluruh wilayah Indonesia. Mereka pun berhak atas gaji ke-13 yang merupakan hak bagi PNS.Sementara itu nasib guru honorer amat memprihatinkan. Ketua Forum Komunikasi Guru Tidak Tetap (FKGTT) Akhmad Hanif mengatakan bahwa rata-rata gaji guru honorer yang bekerja di sekolah negeri adalah Rp 150 – 200 ribu per bulan. Bahkan menurutnya masih ada yang dibayar di bawah Rp 100 ribu per bulan.
4.    Jenjang pendidikan

Pendidikan Anak Usia Dini
Adanya pendidikan usia dini menunjukkan bentuk perhatian penuh Pemerintah Indonesia terhadap perkembangan pendidikan bagi anak Indonesia. Pendidikan ini berlandaskan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 1 Butir 14 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasamani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pada PAUD, staf pengajar berasal dari tenaga profesional yang telah menempuh studi PAUD sebelumnya.

Pendidikan Dasar
Pendidikan dasar merupakan pendidikan yang ditempuh selama kurun waktu 9 tahun, yakni di Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah selama 6 tahun dan Sekolah Menengah Pertama / Madrasah Tsanawiyah selama 3 tahun. Pendidikan dasar ini juga diberikan bantuan dana oleh pemerintah untuk menunjang keberjalanannya. Bantuan dari pemerintah yang bernama Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan seperti buku-buku dan fasilitas lainnya di sekolah.

Pendidikan Menengah
Pendidikan menegah di Indonesia dapat ditempuh melalui Sekolah Menengah Atas (SMA) / Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) / Madrasah Aliyah. Sekolah menengah ini ditempuh dalam kurun waktu 3 tahun, dan siswa kemudian diarahkan menuju bidang yang diminati sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Pendidikan tinggi
Pendidikan tinggi merupakan jenjang yang lebih spesifik yang mengarahkan individu untuk menghasilkan sumber daya profesional yang berkualitas.




B.     Pendidikan di Negara china
1.      System pembelajaran
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, bahwa Cina tidak melakukan konsep belajar menghafal, cara mengajar yang kaku yang hanya bertujuan untuk lulus ujian saja. Melainkan sistem pendekatan atau sistem pembelajaran di Cina menekankan pada penguasaan materi, konsep, dan penguasaan keterampilan bagi para siswanya dengan cara siswa diajarkan dan diarahkan untuk memahami dan mengalami suatu hal yang sedang dipelajarinya. Dengan pendekatan pembelajaran seperti ini siswa lebih dapat dengan mudah mencerna pelajaran dan pemahaman yang telah didapatnya dapat terinternalisasi sepenuhnya dalam diri. Selain itu sarana dan pra sarana sekolah di Cina sangat mendukung proses pembelajaran. Sistem pembelajaran ini sangat baik untuk diterapkan hanya saja di Indonesia sendiri sarananya kurang mendukung, contohnya dalam laboratorium saja banyak terdapat mikroskop yang rusak, hal ini sangat menganggu proses pembelajaran di laboratorium.
2.       Tenaga Pengajar
Sistem pendidikan Cina lebih terbuka. Guru dikelompokan berdasarkan kualitas. Siswa bebas mengevaluasi kualitas guru secara objektif, mulai dari guru berkompeten sampai guru yang tidak qualified.
Pada tahun 1990, Cina memiliki 13,45 juta tenaga pengajar dengan perincian 5,58 juta guru SD; 3,63 juta guru-guru Sekolah Menengah; dan 394.500 adalah guru di Perguruan Tinggi regular. Adapun standar untuk menjadi guru di Cina adalah melalui pendidikan dalam jabatan (inservice training) yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi dengan biaya pendidikan sepenuhnya ditanggung oleh negara.
Cina sangat menempatkan guru sebagai prioritas dalam sistem pendidikan mereka. Selama lebih dari 100 tahun, pendidikan guru secara sistematis telah dilakukan di Cina dan telah berkontribusi pada terciptanya korps guru di negeri itu. Pendidikan guru di Cina saat ini menekankan pada perubahan pemikiran tentang pendidikan, konsep, materi dan metode pembelajaran, terutama moralitas guru. Semuanya dilakukan sebagai jawaban atas permintaan akan pentingnya mudernisasi pendidikan, orientasi global, dan masa depan.
Reformasi pendidikan dan kebutuhan realitas global mendorong pemerintah Cina untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas guru-guru baru. Pemerintah Cina menyediakan pendidikan yang berkesinambungan untuk meningkatkan pelayanan guru-guru sekolah, melakukan pemerataan guru hingga ke daerah-daerah terpencil, dan mendorong berkembangnya institusi pelatihan guru. Semua dilakukan sebagai salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memajukan pendidikan di Cina.
            Dengan kata lain, Cina sangat mementingkan dan memperhatikan profesi guru sehingga nantinya akan menghasilkan guru yang berkompeten , berbeda sekali dengan di Indonesia, nasib guru di Indonesia, nasib guru di Indonesia terlebih-lebih di daerah terpencil sangat menyedihkan diabaikan, bagaimana mungkin menjadikan guru yang kompoten??? Bahkan saat ini banyak orang yang tidak ingin menjadi guru.

3.       Kurikulum
Reformasi yang dilakukan Cina di dunia pendidikan secara langsung menguah kurikulum sekolah dimana ditekankan pada pengembangan potensi yang dimiliki siswa, kurikulum diarahkan untuk memfasilitasi potensi yang dimiliki siswa agar berkembang optimal. di Cina tidak terlalu menekankan kepada hapalan dan orientasi untuk lulus ujian (kognitif) karena dianggap dapat membunuh karakter anak, misalnya PR yang terlalu banyak, pelajaran yang terlalu berat, orientasi hapalan dan drilling, yang kesemuanya dapat membebani siswa baik secara fisik, mental maupun kejiwaan. Sistem sekolah di Cina mewajibkan setiap muridnya untuk berlatih olahraga selama paling tidak satu jam sebelum pelajaran dimulai. Kegiatan lain seperti memasak juga menjadi salah satu bagian penting yang harus dialamai oleh siswa disamping menekuni bidang seni budaya.
Sistem penilaian di Cina juga berkaitan dengan sistem ujian. Sekolah Dasar dan Menengah melaksanakan empat macam ujian, yaitu : ujian semester, ujian tahunan, ujian akhir sekolah, dan ujian masuk SMP/ SMA. Ujian masuk SMP terbatas pada mata pelajaran Bahasa Cina dan Matematika, sedangkan ujian masuk SMA pelaksanaannya digabungkan dengan ujian akhir SMP. Untuk masuk Perguruan Tinggi, dilakukakn Ujian Seleksi Nasional dengan pemisahan antara pilihan ilmu science dan ilmu sosial.

Pendidikan di china menggunakan system kredit dan dapat melanjutkan ke jenjang selanjutnya apabila telah memenuhi angka kredit sedangkan di Indonesia, hal tersebut dilaksanakan pada jenjang perguruan tinggi
Tingkatan Pendidikan di China terdapat Pendidikan khusus. Sedangkan di Indonesia tidak ada tingkatan pendidikan khusus. Muatan dari materi kimia yang diajarkan lebih me
nekankan pada aplikasi dan lingkungan. Sedangkan di Indonesia aplikasi dan lingkungan tidak begitu diutamakan.
Perbedaan yang lain terletak pada pemahaman mata pelajaran dan praktiknya, China lebih menekankan praktiknya. Sedangkan kita ketahui bersama bahwa pendidikan di Indonesia lebih menekankan konsep. Di China terdapat beberapa lembaga atau sistem penjamin mutu program Cina, lembaga tersebut termasuk lembaga-lembaga besar.

31 komentar:

  1. terimakasih informasinya, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. bagus sekali dini. sangat bermanfaat.kita dapat mengetahui perkembangan pendidkan di negara-negara lain.

    BalasHapus
  3. maksih din postnya bermanfaat banget :-)

    BalasHapus
  4. good postnya,, semoga pendidikan di indonesia semakin maju dan berkembang

    BalasHapus
  5. good pos ukhti:) ilmunya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  6. Semangat terus cantik buat next postnya

    BalasHapus
  7. sangat bermanfaat diniii
    good luck

    BalasHapus
  8. bagus artikel yang sangat bermanfaat :-)

    BalasHapus
  9. Sangat bermanfaat untuk referensi saya sebagai Persiapan uts nanti, terima kasih

    BalasHapus
  10. good post qaqah ^^. jadi kita bisa mengetahui perbandingan pendidikan dinegara kita dan di negara lain

    BalasHapus