IMPIAN SI ANAK
KAMPUNG
Bemimpilah setinggi langit… ya.. bagi banyak orang pepatah
ini mungkin tak asing didengar begitupun dengan aku yang menjadikan pepatah itu
sebagai acuan untuk semua cita-citaku.. Nama ku andini.. usiaku 17 tahun dan
kini aku duduk dibangku kelas 3 SMA. Aku adalah seorang anak petani yang
tinggal di sebuah perkampungan di daerah bogor. Walaupun aku orang kampung
namun aku tak pernah berhenti untuk bermimpi. Bagiku bermimpi itu adalah hak
semua orang tak memandang dia kaya… miskin… orang kota bahkan orang kampung
sepertiku. Menjadi seorang guru adalah impian ku sejak kecil apabila ada yang
bertanya kepadaku “kalau udah besar ingin jadi apa?”… aku selalu lantang
menjawab “aku ingin jadi guru”.. walaupun banyak orang yang bilang “ngapain sih
jadi guru sekolah bahkan kuliah mahal-mahal… tapi nanti gajinya kecil?”.. aku
tak pernah patah semangat untuk menjadi seorang guru.. bagi ku pekerjaan itu
bukan hanya tentang gaji dan uang bukanlah segalanya … Selain ingin menjadi
guru aku juga memiliki impian ingin membuka sekolah gratis bagi anak-anak
dikampungku.. karena bagi mereka sekolah tinggi adalah hal yang tak mungkin
terjadi, dari kecil mereka sudah diajarkan untuk bekerja membantu orang tua di
kebun dan disawah.. sekolah sampai tingkat menengah atas bagi mereka adalah hal
yang sangat mustahil.
Setiap pagi sebelum berangkat sekolah aku selalu membantu
ibuku menyiapkan makanan untuk bekal makan siang orang tuaku disawah nanti..
saat menyiapkan makanan aku mengutarakan impianku kepada ibuku..
“bu aku ingin kuliah” ucapku pelan ..
“mau kuliah bagaimana kamu nak? Biaya sekolah SMA saja ibu
dan ayah sulit bayarnya.. Ibu dan ayah
ga punya uang nak.. buat makan sehari-hari aja kita susah.” Kata ibu sambil
membelai lembut rambutku.
“aku pengen jadi guru bu…biar aku bisa buka sekolah disini
bu”.. kata ku sambil menahan tangis.
“hilangkan impian mu dari kepalamu nak..ayah dan ibu hanya
seorang petani.. dengan kamu lulus SMA dan menjadi pegawai di toko saja itu
sudah cukup.. jangan membuat mimpi yang terlalu tinggi nak” kata ibu tegas.
Air mata yang ku tahan sejak tadi kini tumpah. Aku menagis
bukan karena ibu melarang cita-citaku menjadi guru. Yang aku tangisi adalah
kehidupanku.. apakah aku salah bermimpi begitu tinggi? Kulihat ibu juga menahan
tangis. Aku tahu ibu juga merasa sedih dengan keadaanyang keluargaku alami. aku
tak ingin membuat ibuku bertambah sedih segera aku bergegas membereskan bekal
untuk orangtuaku dan kemudian berangkat ke sekolah..
Sejak kejadian itu aku tak pernah mengungkit cita-citaku
didepan orang tuaku.. cukup ku pendam saja semua cita-citaku berharap suatu
saat nanti akan menjadi kenyataan..
Keesokan harinya disekolahku akan kedatangan kakak-kakak
mhasiswa dari salah satu universitas untuk mensosialisasikan mengenai seleksi
nasional masuk perguruan tinggi negri atau biasa disingkat SNMPTN. Dan seluruh
siswa wajib untuk mendaftarkan diri.. aku putuskan untuk mengambil jurusan FKIP
dengan program studi PGSD.. karena memang aku ingin menjadi guru SD. Aku
mendaftarkan diri tanpa sepengetahuan orang tuaku.
Hari berganti begitu cepat. Tak terasa ujian nasional telah
ku lewati dan besok adalah pengumaman SNMPTN. Semua siswa begitu gembira..
begitupun dengan aku. Jantungku terasa berdetak sangat kencang saat aku membuka
website yang berisikan pegumuman SNMPTN. Ku cari nama ku sampai kutemukan
nama “Andini Wardani” .. saking
senangnya aku sampai berteriak “aku lolos.. aku lolos” tak perduli di sampingku
banyka teman-teman kelasanku.. aku bergegas pulang kerumah dan ingin
memberitahukan kabar gembira ini kepada orang tua ku.
“assalamualaiku…. Ayaahh… ibuuu…”
“waalaikum salam nak” jawab ayahku
“yah aku lolos SNMPTN.. aku akan kuliah” kata ku dengan
wajah yang sangat bahagia.
“ibu udah bilang nak… kuliah itu mahal… ibu dan ayah ga
sanggup bayarnya… kenapa kamu ga ngerti juga sih” kata ibuku dengan nada tinggi
“aku janji bu aku akan cari beasiswa di kampus… aku janji”
sambil memegang erat tangan kedua orang tua ku.
“kenapa sih kamu ingin jadi guru… gaji guru itu kecil ayah
ingin kamu kerja di toko. Gaji ditoko lebih besar” kata ayahku.
“aku mau buka sekolah disini yah.. aku ingin mengajari
anak-anak di kamupung ini.. agar mereka semua bisa jadi anak yang cerdas.. yang
memiliki cita-cita yang tinggi.. agar bisa membahagiakan orang tuanya.. sama seperti
aku yang ingin mengangkat derajat ayah dan ibu apabila aku menjadi guru” tak
terasa air mata ku mengalir saat aku mengutarakan keinginan ku menjadi guru.
Ayah dan ibuku langung memeluk diriku dengan erat.
“jadilah guru yang baik dan amanah ya nak” kata ibuku sambil
mengusap air mataku
“buatlah ayah bangga memiliki anak seorang guru nak” sambung
ayah ku sambil mengusap kepalaku.
Mendapat dukungan dari orang tuaku membuat aku sangat
bahagia dan menambah semangat aku untuk mewujudkan semua impianku..
Tak terasa 4tahun sudah berlalu dan kini semua impianku
telah terwujud. Sekarang aku menjadi seorang guru di sekolah dasar favorit dan
ternama dikota bogor aku menjadi wali kelas di kelas 3sd.. tak hanya itu impian
ku untuk membuka sekolah di kampungku pun terwujud.. setiap sore setelah aku pulang mengajar
banyak anak-anak yang selalu setia menunggu untuk bisa belajar dengan ku..
banyak anak dikampungku yang sebelumnya, tidak bisa membaca, tidak bisa
berhitung, tidak mengenal huruf dan angka. Sekarang mereka semua menjadi anak
yang pintar.
Setiap pagi aku berangkat mengajar aku selalu bertemu dengan
anak-anak di kampung ku.. dan mereka selalu berkata “teteh nanti sore belajar
lagi ya”.. dan ini adalah kebahagiaan yang sesungguhnya melebihi dari pekerjaan
dengan gaji besar. teruskan lah cita-citamu menjadi guru dan buktikan pada
semua orang bahwa menjadi guru adalah pekerjaan yang sangat mulia. Jangan
pernah takut untuk bermimpi ketika kamu sudah yakin dengan cita-citamu.
Percayalah,.. tuhan akan memberikan jalan yang terbaik.
πππππ
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusgood, ditunggu cerita selanjutnya :)
BalasHapus